"Akhir-akhir ini kasus jambret, pembobol rumah dan Curanmor sedang maraknya di Karimun, Kepri. Hampir tidak masuk akal, pasalnya Kejahatan ini dilakukan di siang hari dan lokasinya juga tidak terlalu sepi"
Bahkan, kejadian seperti ini jarak waktunya tak berselang lama. Hanya hitungan hari saja, sudah tersebar hal yang sama. Seolah hampir tidak takut-takutnya para pelaku ini. Padahal, teknologi juga sudah canggih, 1 peristiwa saja terjadi langsung sudah bisa menyebar kemana-mana. Tapi Para pelaku memang nekat tidak perduli dengan itu semua. Yang penting selalu dapat "mangsa" dalam melakukan aksinya.
Lalu, apa sebenarnya yang melatarbelakangi kenekatan para pelaku ini??
Kita memang tidak bisa memastikan, apa penyebabnya. Namun kalau dikait-kaitkan dengan persoalan ekonomi ya masuk akal.
Karimun ini bukanlah daerah daratan yang cukup besar, dan hal ini tidak menjadi alasan bagi pelaku untuk merasa khawatir dalam melakukan kejahatannya.
Kalau karena alasan ada kesempatan, sepertinya kurang tepat. Pasalnya, kejadian ini berturut dan dilokasi yang tidak jauh dengan kejadian-kejadian sebelumnya.
Kita kembali ke hal ekonomi.
Memang kita sudah memasuki zona bonus demografi. Dimana, jumlah usia produktif atau usia pekerja lebih banyak ketimbang usia tidak pekerja (balita, anak-anak dan Lansia).
Bonus demografi sedikit memaksa bahwa setiap usia pekerja harus produktif. Harus menghasilkan, ya harus punya penghasilan.
Bonus Demografi akan berdampak positif bagi sebuah negara, apabila Para usoa produktif banyak yang memiliki SDM berkualitas dan sangat berproduktif. Namun akan menjadi ancaman bila Usia pekerja lebih banyak yang menjadi pengangguran.
Pengangguran ini terjadi karena
1. Tidak memiliki keterampilan
2. Memiliki keterampilan tapi tidak tersalurkan
3. Lapangan kerja sempit.
Ancaman bagi sebuah negara itu misalnya ya seperti ini akan terjadi kejahatan. Akhirnya membuat penduduk merasa kurang aman dan tentunya khawatir.
Apapun alasan mengapa kejahatan ini terjadi, tidak akan bisa menghilanglan kejahatan tersebut walaupun alasan tersebut sudah ditangani jalan keluarnya.
Jadi sebaiknya, jaga diri masing-masing. Rubah pola hidup. Dan tentunya jangan menjadi bagian dari kejahatan.
Terkadang bukan karena kita yang jahat, tetapi kita yang membuat orang berniat jadi jahat. Mungkin karena sikap kita bergaul, atau gaya hidup kita yang berlebihan sosialita akhirnya membuat orang mengambil kesempatan untuk melakukan kejahatan.
Kita bisa memulai dengan hal - hal kecil misalnya jangan main hp saat berkendara, pakai handsfree, pakai perhiasan berlebihan tidak memakai helm, tas yang tidak dimasukkan ke dalam Jok motor / bagasi motor lantaran supaya terlihat kalau tasnya bagus dll.
Keseringan keluar rumah, janji kawan sana sini, pertemuan sana sini, arisan sana sini, ngopi kafe sana sini. Dan lain-lain urusan keluar rumah yang bulan karena pekerjaan dan tidak terlalu penting namun kita lakukan.
Inilah hal dimana terkadang gaya hidup kita juga memperngaruhinya.
Mungkin sebaiknya kita saling mawas diri masing-masing.
Kita semua pasti menginginkan kehidupan yang nyaman dan tentram. Tuntutan kebutuhan pokok saja yang kita utamakan. Selebihnya jangan terlalu dilayani. Karena tuntutan lain selain tuntutan pokok, maka semuanya sia - sia.
Dan sebenarnya tuntutan manusia itu tidak pernah ada habisnya jika selalu kita ladeni.
#sekedaropini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar